Ketua III FDKB Narasumber Tinjauan Hukum Budaya

Category: Berita 29 0

Ketua III FDKB Narasumber Tinjauan Hukum Budaya

Pada Acara Silaturahim dan Mudazakarah Dzurriyat Kesulthanan Banten yang digelar dipendopo Masjid Agung Kesulthanan Banten hari Sabtu yang lalu tanggal 20 Juli 2019 menghadirkan 3 narasumber bertajuk tentang Kebudayaan oleh Prof. AM Tihami, Wawasan Kebangsaan oleh Drs. H. Tb. Zainal Aminin, MM, Msi dan tinjauan hukum budaya oleh Tubagus Amrie Wardhana, SH, MH.

IMG-20190719-WA0001

WhatsApp Image 2019-06-28 at 11.29.58

Tubagus Amrie Wardhana, SH, MH Ketua III Forum Dzurriyat Kesulthanan Banten (FDKB) sekaligus sebagai Ketua Badan Hukum danĀ  Advokasi Kesulthanan Banten hadir menjadi narasumber tentang Tinjauan Hukum Budaya. Topik ini sangat menarik diangkat dan disosialisaikan kepada audience agar para dzurriyat Kesulthanan Banten yang memiliki tanggung jawab moril menjaga warisan budaya kesulthanan Banten mengerti dan memahami perspektif payung hukumnya yang ada dinegara tercinta ini negara Indonesia.

WhatsApp Image 2019-07-20 at 14.18.45

Pada pendahuluannya Tubagus Amrie menyampaikan kenapa kita gugat kepengadilan orang yang mengaku ngaku sulthan diBanten, hal ini semata mata ingin meluruskan kaidah hukum bahwasanya kesulthanan Baten sudah berakhir pada tahun 1808 dimana Keraton Kesulthanan Banten dihancur luluhkan oleh Belanda.

ka Amri mudzakarah 2

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa ada 3 dasar pijakan yang harus kita sebagai dzurriyat yang bertanggungjawab untuk menjaga merawat dan melestarikan budaya yang ada dikesulthanan Banten, yaitu :

  1. UUD 1945 pasal 32 ayat 1, Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
  2. UU Kemedikbud No.5 th 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan
  3. Permendagri No.39 Th, 2007, bahwa organisasi kemasyarakatan bidang kebudayaan, keraton, dan lembaga adat di daerah memiliki potensi besar untuk berperanserta dalam pengembangan dan pelestarian adat budaya. Penyelenggaraan kegiatan pelestarian dan pengembangan budaya daerah yang melibatkan ormas kebudayaan, keraton dan lembaga adat didukung pendanaannya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah propinsi dan/atau kabupaten/kota, serta sumber-sumber lain yang sah.

3 dasar inilah yang menjadi payung hukum bagi dzurriyat dalam menjaga merawat melestarikan kekayaan budaya kesulthanan Banten. Alhamdulillah negara melindungi asset asset kekayaan kebudayaan. Revitalisasi yang didukung penuh oleh Pemprov Banten telah kita rasakan kemanfaatannya. Banten menjadi serambi Madinah para pengunjung antusias merasa nyaman, ujar beliau. Kemudian Drs. H. Udin Saparudin, Msi selaku moderator melanjutkan kepada narasumber berikutnya yaitu Bapak H. Andhika Hazrumy, S.Ip WaGub Provinsi Banten.

WhatsApp Image 2019-07-20 at 22.50.27

Pada gelaran Silaturahim dan Mudzakarah Dzurriyat Kesulthanan Banten ini yang dipimpin oleh H. Tubagus A. Abbas Wasee, SH selaku Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten turut hadir Bapak H. Andhika Hazrumy, S.Ip WaGub Provinsi Banten, Danrem, Danramil, Sekda Kab. Serang, Bapak. H. Tubagus Haerul Jaman, Bapak Kapolres Serang dan para dzurriyat Kesulthanan Banten.

Related Articles

Add Comment