Jaga Warisan Budaya Kesulthanan Banten Ujar Prof. Tihami

Category: Artikel, Berita 100 0

JAGA WARISAN BUDAYA KESULTHANAN BANTEN

Prof AM. Tihami satu tokoh kasepuhan, salah satu putera terbaik Banten hadir menjadi narasumber dalam momentum Mudzakarah yang digelar pada hari ini Sabtu, 20 Juli 2019 bertempat dipendopo Masjid Agung Kesulthanan Banten memulai pembicaraannya dengan menyampaikan bahwa dzurriyat kesulthanan Banten harus memahami bahwa Bahasa ibu dari Banten adalah Bahasa Jawa.

WhatsApp Image 2019-07-20 at 10.57.52

Sebagai seorang pakar peneliti beliau banyak menulis buku yang terbit dalam tataran internal provinsi Banten mengupas tentang adat dan budaya Banten bil khushush tentang Kesulthanan Banten. Banten adalah pintu gerbang peradaban pada masa itu sehingga secara kultural terjadi berbagai corak dalam tata kehidupan masyarakat pada waktu itu. Namun sebagaimana sebuah kota peradaban maka asli tata Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jawa. Hal ini ditunjukkan oleh dokumen dokumen surat menyurat sulthan sulthan Banten yang tersimpan diarsip nasional semuanya bertuliskan dengan aksara Jawa Pegon, oleh karena itu penting bagi dzurriyat Kesulthanan Banten untuk jaga kelestarian Bahasa ibu ini dengan mengetahui memahami dan membiasakan diri penggunaan Bahasa Jawa ini, ujar beliau.

WhatsApp Image 2019-07-20 at 10.57.51

Selanjutnya para Sulthan Banten juga meninggalkan ornament ornament yang menjadi ciri khas Banten seperti makanan khas auwg awug, jojorong, rabeg dan sebagainya. Beliau juga dalam penelitiannya menemukan bahwa adat istiadat budaya Banten rupanya mengatur tata perilaku serta cara berpakaian, tambah Prof Tihami.

Dari sisi budaya Banten hasil cipta rasa dan karsa para pemimpin Banten tertuang dalam seni dan gerak. Sebagai seorang da’i Sulthan Banten mengangkat sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam seni terbang gede, dan dalam upaya menjaga pertahanan membela diri maka terciptalah silat sebagai tata pertahanan, hal ini penting bagi kita generasi dzurriyatnya untuk menjaga melestarikan adat budaya tradisi yang telah dilakukan oleh para leluhur kita, ujar beliau dengan penuh senyum keramahan. Kita harus yakin, wanten (berani) dan jelinger (cerdas) menjalankan menjaga adat dan budaya ini tegas beliau menutup pembicaraannya dan selanjutnya mudzakarah dilanjutkan oleh narasumber berikutnya tentang Wawasan Kebangsaan oleh Drs. H. Tb. Zainal Aminin, Msi dan Tinjauan Hukum Budaya oleh Tubagus Amrie Wardhana, SH, MH

WhatsApp Image 2019-07-20 at 22.50.27

Acara Mudzakarah ini yang dipimpin oleh H. Tubagus A. Abbas Wasee, SH Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten dihadiri oleh Wagub Provinsi Banten H. Andhika Hazrumy, S.Ip, Bp. Kapolres Serang. Bp. Sekda Kab. Serang, Bp. Danrem, Bp. Danramil dan para ‘ulama Kasepuhan tokoh masyarakat, serta dzurriyat Kesulthanan Banten.

 

 

Related Articles

Add Comment