Pemilu Serentak Perlu dievaluasi

Category: Artikel, Berita 34 0
Pemilu Serentak Perlu Dievaluasi
Tb. Purqonsyah/Sekjen FDKB
Hajatan Nasional Pemilu serentak yang telah selesai kita laksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang lalu dimana seluruh warga Negara Indonesia baik yang berada didalam negeri maupun luar negeri dikota kota provinsi hingga pelosok pelosok kabupaten serentak memilih pemimpin bangsa memilih wakil rakyat baik DPRRI DPRD hingga DPD.
Sungguh satu pekerjaan besar tersandang pada Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga Negara dalam pesta demokrasi ini. Dalam tataran teknis KPU harus mengakomodir 573 pasal yang tertuang dalam Undang Undang Pemilihan Umum. Pemilu serentak menjadikan bukan hanya besar namun juga melelahkan. Kita sebut melelahkan secara teknis dikarenakan pada Pemilu 2019 ini kita memilih 2 paslon Presiden dan Wakil Presiden kemudian anggota DPRRI selanjutnya DPRD kita harus memilih ratusan nama mewakili dari 14 Partai Politik yang mengikuti sebagai kontestan pada Pemilu 2019 hingga DPD yang semuanya harus selesai terhitung dalam 1 hari ditanggal 17 April 2019. Akhirnya kita bisa saksikan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) baru selesai menghitung suara ada yang sampai jam 12 malam bahkan lebih, dan sedihnya kita juga mendengar kabar bahwa beberapa petugas KPPS ada yang meninggal dunia ataupun sakit dalam menunaikan tugasnya.
Dalam laman CNN yang terbit tanggal 25 April 2019 diberitakan bahwa mantan Ketua MK Mahfud MD mengusulkan siapapun yang akan menjadi Presiden RI terpilih nanti hendaknya merevisi Undang Undang Pemilu serentak ini. Pemilu serentak yang membuat durasi kerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi bertambah. Mahfud menyebut hal itu berdampak pada petugas KPPS kelelahan hingga jatuh sakit dan meninggal dunia. KPU mencatat ada 144 orang meninggal dunia dan 883 jatuh sakit.
Oleh karena itu selaku SekJen Forum Dzurriyat Kesulthanan Banten saya berharap bahwa hendaknya pemerintah mempertimbangkan sisi kemanusiaan pada teknis penyelenggaraan Pemilu karena tidak sekedar fisik yang tercurah namun mental pun tertekan karena amanah yang begitu besar. Kita berharap Pemilu 5 tahun yang akan datang kita bisa lebih baik, aamiiin Yaa Rabbal ‘aalamiiin.

Related Articles

Add Comment